Tahukah Anda Bagaimana Bayi Bernafas dalam Kandungan?


Selama di dalam kandungan ibu, bayi dilindungi oleh air ketuban (amnion). Lalu, bagaimana bayi bernapas dalam perut ibu, ya?

Selama berada dalam kandungan, bayi tidak bernapas seperti kita. Bahkan meski bayi mengapung dalam cairan, ia tidak bernapas seperti ikan dalam air. Paru-paru calon bayi terbentuk pada usia kehamilan sekitar enam minggu dan siap berfungsi pada sekitar minggu ke-8. Selama bulan terakhir, suatu zat lemak terbentuk untuk mencegahnya terbenam dalam cairan dan juga tidak terbentur sebab zat itu hanya untuk menghirup udara.

Walaupun paru-paru bayi baru berfungsi ketika lahir, kita bisa mengatakan bahwa bayi melakukan aktivitas pernapasan. Plasenta yang menghubungkan ibu dengan bayi memiliki dua urat besar. Yang satu mengalirkan oksigen dan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk perkembangannya. Sebaliknya, yang satu mengeluarkan gas karbon dan buangan. Pergantian oksigen-gas karbondioksida ini disebut ‘pernapasan’.

Sewaktu lahir, ketika plasenta dipotong, bayi harus segera mengambil alih. Dalam beberapa detik, paru-parunya terbuka, sirkulasi darahnya lebih cepat dan seluruh tubuh siap berfungsi sendiri.

Bayi yang baru lahir memiliki pola napas yang mungkin akan membuat para orang tua cemas karena terkadang bayi berhenti bernapas, napas yang cepat atau berbunyi grok-grok seperti ada lendir.
Bayi yang berhenti bernapas disebut juga dengan apnea. Ketika bayi sedang tidur tiba-tiba napasnya berkenti sekitar 5-10 detik lalu bernapas lagi seperti tidak terjadi apa-apa. Kasus ini masih normal dan kebanyakan terjadi pada bayi yang lahir prematur. Apnea ini terjadi karena ada sumbatan pada saluran pernapasan bayi atau karena belum sempurnanya sistem saraf pusat yang berfungsi untuk mengontrol pernapasannya.

Napas bayi cepat dimana napas bayi normal lalu tiba-tiba dia bernapas dengan cepat lalu kembali lagi normal. Kondisi ini belum diketahui apa penyebabnya namun pola nafas ini masih dianggap normal. Napas bayi baru lahir normalnya berkisar antara 40-60 tarikan per menit. Bayi akan bernapas lebih cepat ketika ia kepanasan atau menangis dan akan turun lagi ketika ia sudah tidak merasa panas atau selesai menangis.

Bayi suara ‘grok-grok’ pada napas bayi. Sewaktu masih di dalam kandungan ibu, paru-paru bayi terisi dengan cairan ketuban (amnion). Sewaktu akan melahirkan disaat ibu mengalami kontraksi dan bayi melewati jalan lahir, ada penekanan pada paru-parunya dan ini akan membuat cairan ketuban ini tertekan keluar. Selanjutnya, mekanisme tubuh bayi akan membersihkan cairan ketuban agar keluar dari paru-paru dan membuat jalan pernapasan menjadi lancar. Pada proses ini yang membuat napas bayi menjadi sedikit berbunyi ‘grok-grok’. Kondisi ini normal dan biasanya sudah tertangani sebelum bayi pulang ke rumah.

Selain cairan amnion, terdapat lendir pada saluran napas bayi yang berguna untuk pencegah masuknya kuman dan debu ke paru-paru. Ketika suhu udara dingin, lendir ini akan kental sehingga terdengar bunyi pada saat bayi bernapas. Jika ada alergi atau infeksi, lendir bisa bertambah banyak sehingga mengganggu pernapasan bayi.



Sumber : tahukahkamu.org

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tahukah Anda Bagaimana Bayi Bernafas dalam Kandungan?"

Post a Comment